







|
Indonesia dan Afrika Selatan memiliki sejarah yang sama dalam merasakan pahitnya di bawah kungkungan penjajah. Indonesia selama hampir 350 tahun berada di bawah kekuasan Belanda sehingga akhirnya dapat merdeka pada tahun 1945. Maka, ketika para pejuang anti-apartheid berjuang untuk membebaskan negerinya dari cengkeraman rejim apartheid kulit putih, Indonesia senantiasa memberikan dukungan di fora internasional. Dan mungkin masih ingat, ketika pada era apartheid (sebelum tahun 1994) paspor para pejabat Republik Indonesia di-stempel dengan kata-kata: “not allow to enter South Africa”. Pembukaan hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dan Republik Afrika Selatan diawali dengan penandatanganan Komunike Bersama Indonesia – Afrika Selatan oleh masing-masing Wakil Tetap nya di PBB pada tanggal 12 Agustus 1994.
Sebelumnya, Indonesia dan Afrika Selatan telah menyetujui pembukaan hubungan konsuler semenjak tanggal 10 Februari 1994 dengan dibukanya kantor kepentingan RI di Pretoria (LORI – Liaison Officel of the Republic of Indonesia).
Dengan ditandatanganinya Komunike Bersama pada tanggal 12 Agustus 2004 tersebut, maka status LORI berubah menjadi Kedutaan Besar Republik Indonesia. Dan pada tanggal 23 Mei 1995, Duta Besar RI pertama, Bpk. Drs. Rahadi Iskandar, menyerahkan surat-surat kepercayaan kepada Presiden Nelson Mandela.
Berikut disampaikan data Kepala Perwakilan RI di Pretoria semenjak pembukaan LORI hingga sekarang:
|
|
INDONESIA — AFRIKA SELATAN |
|
|
|
|
|
INDONESIA—AFRIKA SELATAN |